diambil dari note Ustadz Abdul Azis Setiawan

 

     Inilah mungkin yang banyak dilupakan oleh banyak orang atau mungkin belum diketahui. Padahal di antara do’a yang mustajab (terijabahi/terkabul) adalah do’a seorang muslim kepada saudaranya. Berikut kami bawakan beberapa hadits yang shahih yang dibawakan oleh Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrod. Bukhari membawakan bab dalam kitabnya tersebut: Bab278- Do’a Seseorang kepada Saudaranya di Saat Saudaranya Tidak Mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

 

Hadits pertama Dari Abu Bakar Ash Shidiq radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, " “Sesungguhnya do’a seseorang kepada saudaranya karena Allah adalah do’a yang mustajab (terkabulkan).“ (Shohih secara sanad)

 

Hadits kedua Dari Shofwan bin ‘Abdillah bin Shofwan –istrinya adalah Ad Darda’ binti Abid Darda’-, beliau mengatakan, Aku tiba di negeri Syam. Kemudian saya bertemu dengan Ummud Darda’ (ibu mertua Shofwan, pen) di rumah. Namun, saya tidak bertemu dengan Abud Darda’ (bapak mertua Shofwan, pen). Ummu Darda’ berkata, “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku (Shofwan) berkata, “Iya.” Ummu Darda’ pun mengatakan, “Kalau begitu do’akanlah kebaikan padaku karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,” :

“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” Shofwan pun mengatakan, “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu Darda’ mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shohih) Lihat Ash Shohihah (1399): [Muslim: 48-Kitab Adz Dzikr wad Du’aa’, hal. 88]

 

Hadits ketiga Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata bahwa seseorang mengatakan, Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad saja!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,رٍ“Sungguh engkau telah menyempitkan do’amu tadi dari do’a kepada orang banyak.” (Shohih) Lihat Al Irwa’ (171): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 27-Bab kasih sayang terhadap sesama manusia dan terhadap hewan ternak, dari Abu Hurairah]

 

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits-hadits di atas

 

Pertama: Islam sangat mendorong umatnya agar dapat mengikat hubungan antara saudaranya sesama muslim dalam berbagai keadaan dan di setiap saat.

 

Kedua: Do’a seorang muslim kepada saudaranya karena Allah di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang sangat utama dan do’a yang akan segera terijabahi (mustajab). Orang yang mendo’akan saudaranya tersebut akan mendapatkan semisal yang didapatkan oleh saudaranya.

 

Ketiga: Ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’a seorang muslim kepada suadaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.

 

 

Keempat: Malaikat tidaklah mengaminkan do’a selain do’a dalam kebaikan.

 

Kelima: Sebagaimana terdapat dalam hadits ketiga di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari Arab Badui di mana dia membatasi rahmat Allah yang luas meliputi segala makhluk-Nya, lalu dibatasi hanya pada dirinya dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saja.

 

     Inilah beberapa pelajaran berharga dari hadits di atas. Janganlah lupakan saudaramu di setiap engkau bermunajat dan memanjatkan do’a kepada Allah, apalagi orang-orang yang telah memberikan kebaikan padamu terutama dalam masalah agama dan akhiratmu. Ingatlah ini! Semoga Allah selalu menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat.



oleh Abdul Azis Setiawan pada 15 Oktober 2010 jam 18:11


Ada dua hal yang pasti dalam hidupku yaitu saat kelahiranku dan saat kematianku. Yang belum aku ketahui adalah kejadian sebelum kelahiranku, yang mungkin tidak akan pernah dapat kuingat, saat aku berada dalam rahim ibuku, dan saat sebelum itu. Lalu kejadian antara kelahiran dan kematianku, yang sedang kujalani saat ini.
 
Setiap detiknya waktu selalu ditambahkan, tidak ada kesempatan mundur. Dan terakhir adalah kejadian sesudah kematianku, sesuatu yang belum aku jalani dan aku takuti.
 
Kini, aku sedang menjalani kehidupan. Terjebak dalam lingkaran ruang dan waktu. Di atas bumi dan hitungan dua puluh empat jam sehari, yang dibagi-bagi dalam beberapa segmen pekerjaan dan rutinitas yang harus kujalani.
 
Apa yang kucari di kehidupan ini? Kebahagiaan? Seperti apakah kebahagiaan itu. Apa yang membuatku bahagia?
Pernah aku mencoba menelusuri,ah...ternyata seperti "Lorong tak berujung"
Tambah ku gali tambah tak ber ujung....
 


Aku menyerah. Aku percaya pada Tuhan
Aku pasrah. Aku percaya pada Tuhan.
Aku pasrah, tentang adanya rahasia.
Aku pasrah, bahwa sebelum dan sesudah itu ada dalam genggaman rahasia
Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menolongku, karena mereka semua sama seperti aku
Aku akan mengikuti jalan Tuhan.

 


Dan demikianlah aku kini.
Aku mencoba menjalani jalan Tuhan.
Itu terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.
Dan sejak itu pula, aku memang tetap sendirian, tetapi aku mempunyai harapan.
Dan harapan itu pula yang selalu diucapkan oleh Tuhan.
Dan, sejak bertahun-tahun pula, aku mulai berubah.

 


Aku mulai masuk ke dalam gerbang jawabannya
Aku menjadi seorang penyendiri yang tidak sendiri
Segala sesuatu semakin memiliki makna
Dan saat makna itu kupahami, aku merasa bahagia.
Ya, itulah kebahagiaanku kini yang membuat aku menangis.....

 


Ya, dunia ini bagaikan mimpi.
Aku sedang bermimpi.
Mimpi yang tampak sangat nyata.
Mataku tidak hanya sepasang melainkan dua pasang.
Dan, waktu terus berjalan.....
Waktuku mungkin tidak akan lama lagi.
Aku tidak peduli.....
Yang kupedulikan adalah apa yang kujalani hari ini
Sudahkah kulakukan yang terbaik...???

 


Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”


Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan, “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 3:14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa.
 
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).QS. Ali Imran (3) : 14
 
Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat

oleh Abdul Azis Setiawan pada 04 Oktober 2010 jam 23:17


Empat Hal di Empat Tempat:" Aku pernah mencari empat hal di dalam empat jalan, ternyata salah jalan. Namun aku justru menemukannya dalam empat hal yang lain.

 

Pertama, aku mencari kekayaan dengan mengumpulkan harta benda, tapi aku tidak menemukannya. Ternyata aku temukan kekayaan itu pada sifat qana�ah (merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT).Kedua, aku mendambakan hidup tenang pada harta benda yang melimpah, namun ia kutemukan di dalam harta yang sedikit.Ketiga, aku mencari kelezatan dengan mengejar kenikmatan, namun ia kutemukan pada badan yang sehat.Dan keempat, aku mencari rezeki di bumi, tapi ia kutemukan di langit"

 
(Syaikh Hamid Al-Laffaf rahimahullah)

 

 

Rasulullah Saw bersabda yang artinya .” Sungguh beruntung orang yang beragama islam, dan di cukupkan rezkinya kemudian merasa cukup dengan apa yang di berikan Allah Swt padanya.( Hr Muslim ).

 
Tapi kenyataan yang sering di jumpai di sekeliling kita, tidak sesuai lagi dengan pembahasan hadis di atas, banyak orang yang memiliki harta berlimpah justru selalu merasa miskin dan kekurangan dalam hidupnya, sifat dan tabiat ini mengakibatkan tumbuhnya suatu perangai yang sangat di benci oleh Allah Swt dan manusia, dan akan selalu mendapat sokongan dari golongan syaitan dari penjuru langit dan bumi, yaitu sifat Rakus, tamak, loba dan tidak pernah merasa kenyang terhadap harta benda yang telah di milikinya, sehingga syukur nikmat yang di ajarkan islam padanya tidak meresap sama sekali dalam dirinya.

 
Mereka berpendapat bahwa harta benda yang mereka usahakan pagi sampai malam itu adalah murni dari hasil jerih payahnya sendiri tampa adanya campur tangan dari Allah Swt, padahal kalau Allah Swt tidak melimpahkan kesehatan buat kita, kita tidak akan bisa melakukan apa – apa yang akan di cari tadi.

 
Celakalah orang – orang yang memperbudak dirinya kepada uang dan harta, apabila di beri harta dia puas, dan apabila tidak di beri dia akan gelisah. ( Hr Bukhari ).

 
Hadis Nabi yang di riwayatkan kembali oleh ulama besar Bukhari ini, menjelaskan pada orang – orang yang tidak memiliki suatu sifat yang di anjurkan dalam islam yaitu sifat Qana’ah,yang selalu tidak merasa cukup dengan rezki dan pemberian dari Allah Swt. Sehinga sifat syukur terhadap nikmat Allah yang telah di limpahkan padanya tidak ada sama sekali dalam diri dan jiwanya.

 
Qana’ah, dapat di artikan suatu sifat atau tabiat yang tumbuh dalam diri dan jiwa manusia yang di olah melalui pikiran dan akal untuk menerima segala nikmat Allah dengan senang hati penuh rasa syukur. Atau dapat juga di istilahkan dengan merasa cukup atas apa yang telah di karuniakan Allah Swt, pada diri atau kelompok tertentu dalam Islam

 
Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda yang artinya .” Sungguh beruntung orang yang beragama islam, dan di cukupkan rezkinya kemudian merasa cukup dengan apa yang di berikan Allah Swt padanya.( Hr Muslim ).

 

 

Kehidupan ialah suatu rantai yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan

Duka merupakan salah satu mata rantai emas

Antara penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan

Antara tidur dan jaga, di luar fajar merekah

 

 

Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa

edangkan kemewahan memperlihatkan keburukannya

Duka melembutkan perasaan

Suka mengobati hati yang luka

Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan, jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong,hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan


 

Ingatlah, bahwa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia. Tidak dapat ditukar dengan emas;tidak dapat dikumpul seperti harta kekayaan. Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan, dan mendakap erat emasnya.

 

Jangan sampai meninggalkan Keimananmu

Hanya mengejar kepuasan diri dan kesenangan semata

Hidup orang yang senang bermewah-mewahan dan mengumpul emas

Pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan

Ah...Itu menandakan ketakutan

 

Air mata yang kutangiskan,

Air mata ini membersihkan hati dari kuman

Mengajar manusia ikut merasakan pedihnya hati yang patah

Benih yang kautaburkan bagi si kaya...

Akan kau tuai nanti

Akan kembali pada sumbernya, sesuai dengan Hukum Alam

Dan dukacita yang kau sandang.....

Akan dikembalikan menjadi sukacita oleh kehendak Syurga

Dan angkatan mendatang.....

Akan mempelajari Dukacita dan Kemelaratan ............

sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan


 

Allah SWT telah berfiman ”Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ” (Al-Baqarah: 155-157).

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

 

www.facebook.com/notes/abdul-azis-setiawan/empat-hal-di-empat-tempat-four-in-four/436071861057

Malam mulai meninggi, bersamaan datangnya hujan  membasahi kota ini…

Dingin… Begitu Dingin…
Ku terdiam disini, di ruang yang sunyi ini… dalam seribu bengongku di dalam kesunyian…
Ku coba bergerilya, menyusuri alam maya!!!

Melangkah dari blog satu ke blog yang laen, dari satu link ke link yang lainnya…
Ada sesuatu yang menarik bagiku sebagai pribadi yang masih awam, lemah dan bodoh ini…
“Sesuatu” itu seolah mencoba menghentikan sejenak langkah gerilyaku…
Sejenak sepasang mataku dibawa tuk melihat suatu keindahan yang diberikan oleh sang Pencipta Yang Maha Kuasa… satu-satunya Pemilik dari semua keindahan-keindahan…


Adalah sebuah mesjid… liatlah begitu indahnya mesjid ini… begitu kokohnya dia berdiri… dimana terdapat 5 kubah berlapis emas yang melambangkan 5 rukun islam, di pojok-pojok masjid juga berdiri enam menara yang berbentuk segi enam dan  6 menara ini melambangkan 6 rukun iman…

 



Dimensi alam fikiranku kembali melayang, teringat akan tanda-tanda kebesaran Allah swt pada beberapa mesjid yang juga masih kokoh berdiri ketika Allah swt. menguji tingkat ketakwaan kita dengan ketetapan-ketetapan-Nya…

 

 

    


MESJID… mengapa mesjid?… mengapa mesjid-mesjid ini Allah swt. biarkan berdiri tegak, sementara bangunan disekitarnya yang saya yakin lebih kuat, lebih kokoh struktur bangunannya…LULUH LANTAK… hampir rata dengan tanah… mengapa?


Malam ini, udara semakin dingin terasa… serasa membekukkan otakku tuk berfikir! Mencari dan mencoba mencari jawab!! Seandainya mesjid ini bisa berbicara.. mungkin ku bisa langsung taw jawabnya!!... arghh!!!... diriku terlalu lemah dan bodoh tuk bisa mengartikan semua ini… terlalu lemah tuk bisa memahaminya… akalku kadang tak mampu menjangkaw dibalik semua rencana2-Nya… apakah Sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya!!..yups! itu sudah pasti, adakah maksud laen dari peritiwa ini semua?


Tak ada satupun yang tak terencanakan oleh-Nya, Peringatan… yah!!...sebuah peringatan yang indah dari sebentuk peristiwa yang terjadi, seolah kembali mengingatkan kita bahwa ada kehidupan abadi kelak yang di tuju… kepada siapakah kita akan kembali?


Hmmm.. Mungkin kalawpun mesjid-mesjid ini bisa berbicara, mungkin dia akan berbicara pada kita… “wahai manusia, Jadikanlah aku (mesjid) seperti rumahmu, makmurkanlah aku, beribadah dan berbaktilah kepada Allah agar kau tak tertipu dalam kehidupan dunia yang penuh kamuflase”.


Sombong…. terlalu sombong diri ini!!...tak bergetar hati ini tuk melangkah menuju rumah-Nya, ketika seruan-Nya serentak dikumandangkan di setiap rumah-rumah-Nya…
Terlalu sibuk diri ini bergelut dengan indahnya DUNIA… dunia yang penuh fatamorgana…
LELAH!!!...tak lelahkah Tuan, aku dan kamu kawan.. lari terus berlari berlari mengejar DUNIA….
LETIH!!!...tak letihkah Tuan, aku dan kamu kawan.. ketika DUNIA dan perhiasannya  sudah berada dalam genggaman kita… Allah swt. berkehendak lain… rumah megah yang kokoh hancur berkeping, harta-benda yang dibanggakan, musnah… lalu diambilnya nyawa kita… tak sempat sedikitpun kita menikmatinya…

Aku, Kaw dan kamu Tuan, secara sadar/tak sadar telah menghabiskan umur untuk mencari kesenangan Dunia…

Aku, Kaw dan kamu Tuan, tidak ingat tentang perjalanan dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, minggu ke minggu, hari ke hari, detik ke detik, mendekatkan diri kepada kematian… MATI… suatu masa yang sudah pasti menunggu kita… MATI… akhir dari episode perjalanan kita di dunia… menuju kehidupan akherat yang kekal abadi… kepada siapakah kita akan kembali?

 


“Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami mencipta-kannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-23).

 

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

maaf atas kelemahan dan kebodohanku yang masih belajar ini kawan..muhun koreksinya...

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

http://priyadi.net/wp-content/uploads/2007/04/dian-almahri9.jpg

http://news.okezone.com/images-data/photo/2009/03/27/1/2571/image2.jpg

http://3.bp.blogspot.com/_eCHUNFsNzas/SdbQgW3lKXI/AAAAAAAAAFE/RxG8QBORz2I/s320/mesjid_meulaboh5.jpg

http://www.semuabisnis.com/content_images/mesjid_meulaboh.jpg

http://www.eramuslim.com/hikmah/rihlah/masjid-kubah-emas.htm

http://gusrachmat.files.wordpress.com/2009/05/kematian.jpg


cReate yOuR Own Message AnimatiOn